Bolehkah Makan Gorengan Saat Buka Puasa?

Ramadhanberbagi.id – Gorengan merupakan salah satu makanan favorit di bulan Ramadhan, bagi sebagian masyarakat Indonesia rasanya kurang afdhal jika tidak ada gorengan dalam sajian menu buka puasa. Cita rasanya yang gurih dan renyah menjadikan gorengan sebagai menu wajib saat berbuka puasa. Namun, bolehlah makan gorengan saat buka puasa? Pada dasarnya mengonsumsi gorengan saat berbuka puasa boleh-boleh saja, namun kamu perlu memerhatikan porsi gorengan yang dikudap. Hal ini dikarenakan memiliki kaitan dengan tidak baiknya mengonsumsi makanan berminyak saat buka puasa. Jika memang tak bisa terlewatkan, sebisa mungkin kamu membatasi porsi gorengan saat berbuka puasa. Sebab, makan gorengan dalam jumlah yang banyak saat berbuka dapat memaksa lambungmu untuk bekerja dengan keras secara langsung. Selain itu, kandungan lemak yang ada dalam gorengan juga dapat mengiritasi tenggorokan yang kering karena telah berpuasa selama satu hari penuh. Mengenai hal ini, disarankan agar lebih banyak mengonsumsi asupan air dan kudapan lainnya seperti kue, kurma, dan jus.
Bolehkah Makan Gorengan Saat Buka Puasa?
Ganti konsumsi gorengan saat buka puasa dengan makanan yang lebih sehat seperti jus, kue, atau kurma. (Foto: Pexels)
Dengan demikian, dibandingkan dengan mengonsumsi gorengan langsung saat berbuka puasa lebih kamu dapat berbuka puasa dengan cara tang benar dan sehat seperti mengonsumsi makanan bergizi seimbang. Dari sisi kesehatan, gorengan atau makanan yang berlemak memiliki beberapa dampak kurang baik bagi kesehatan tubuh. Dikutip dari hello sehat berikut adalah dampak gorengan atau makanan berlemak bagi kesehatan tubuh ketika dikonsumsi saat berbuka puasa atau perut kosong. 1. Menyebabkan iritasi usus Lemak merupakan salah satu kandungan yang paling lambat proses pencernaannya dibandingkan karbohidrat, protein, vitamin, dan lain sebagainya. Makanan berlemak juga dapat memicu terjadinya sakit perut, kram, dan diare. Hal ini dapat terjadi pada orang yang mengalami gangguan pencernaan seperti sindrom iritasi usus dan pankreatitis (radang pankreas) akut. 2. Merusak bakteri baik dalam usus Beberapa penelitian menyebut bahwa makanan dapat membayakan bakteri baik yang hidup dalam usus. Kumpilan bakteri ini termasuk ke dalam mikrobiom usus. Bakteri sehata sendiri bekerja untuk mencerna serat, membantu mengendalikan respons tubuh terhadap infeksi dan membantu meningkatkan kolesntrol HDL (baik). Terlalu banyak konsumsi gorengan saat buka puasa dapat meningkatkan jumlah bakteri usus yang jahat dan mengurangi jumlah bakteri yang baik. Dalam jangka panjang, perubahan ini memiliki risiko terjadinya obesitas dan penyakit kronis lainnya seperti kanker, penyakit jantung, diabetes, dan penyakit parkinson.
Bolehkah Makan Gorengan Saat Buka Puasa?
Makan gorengan yang berlebihan dapat mengganggu pencernaan. (Foto: pixabay)
3. Menyebabkan obesitas Kandungan kalori yang tinggi menjadikan makanan tinggi lemak sebagai penyebab bertambanya berat badan. Misal, dalam 100 gram kentang goreng bisa mengandung 312 kalorui dan 15 gram lemak. Beberapa studi observasional juga menyebut asupan makanan berlemak dan cepat saji dapat menyebabkan kenaikan berat badan dan obesitas. Baca Juga: Hal yang Membatalkan Puasa Seperti diketahui, obesitas sendiri dapat memicu berbagai penyakit kronis seperti penyakit jantung, diabetes, stroke, dan kanker. Dengan demikian, sebaiknya kamu membatasi dan bahkan menghindari makan gorengan berlebihan saat berbuka puasa jika tidak ingin bertambah berat badan setelah Ramadhan.

Leave a Reply