Ajarkan Anak Berpuasa Sejak Dini dengan Cara Ini

Cara mengajarkan anak berpuasa sejak dini di bulan Ramadhan penting untuk diketahui oleh orang tua agar mampu melatih anak dalam menjalankan ibadah puasa sedara dini. Harapannya di usia dewasa anak tersebut sudah terbiasa menjalankan ibadah puasa secara penuh.

Cara mengajarkan anak berpuasa sejak dini tentunya tak sama seperti mengajarkan orang dewasa untuk terbiasa puasa. Hal ini dikarenakan kemampuan fisik anak sendiri tidak dapat disamakan seperti layaknya orang dewasa. Artinya orang tua harus melatih anak secara bertahap tanpa harus memaksakan anak berpuasa selama satu hari penuh pada usia dini.

Puasa di bulan Ramadhan sendiri merupakan kewajiban bagi setiap muslim yang mampu, baligh dan berakal. Pada praktiknya puasa mengharuskan seorang muslim untuk menahan diri dari lapar, dahaga, dan hawa nafsu dengan tidak makan, minum, serta melakukan hal-hal yang dapat membatalkan ibadah puasa.

Cara Mengajarkan Anak Puasa Sejak DIni
Melatih anak berpuasa sejak dini. (Foto: Commons.wikimedia/Rizkyharis)

Kegiatan berpuasa di bulan Ramadhan tentunya harus ditanamkan pada anak sejak usia dini, hal ini tentunya dapat berpengaruh pada anak di masa yang akan datang saat berusia dewasa, yang mana anak tersebut akan secara sadar untuk menunaikan kewajiban puasanya pada bulan Ramadhan.

Berikut adalah beberapa cara mengajarkan anak tentang kebiasaan berpuasa sejak usia dini.

  1. Puasa setengah hari

Cara pertama yang dapat dilakukan dalam melatih anak berpuasa ialah dengan membiasakan anak untuk berpuasa setengah hari terlebih dahulu. Hal ini dilakukan karena anak tidak serta merta dapat langsung berpuasa selama satu hari penuh dan menyesuaikan kekuatan fisik anak.

Puasa setengah hari dapat dibiasakan pada anak mulai dari waktu sahur hingga makan siang atau tengah hari, lakukan cara ini beberapa kali dan secara bertahap agar anak semakin terbiasa untuk berpuasa.

  1. Memberi pemahaman pada anak mengenai makna puasa

Selain membiasakan anak berpuasa sesuai dengan kemampuannya, orang tua juga memiliki peran penting lainnya yakni memberikan pemahaman pada anak mengenai makna dan hakikat ibadah puasa.

Penting bagi anak untuk mengetahui makna, manfaat, hikmah serta kebaikan dari ibadah puasa yang akan menjadi kewajibannya kelak.

Selain itu, orang tua juga dapat mengenalkan beberapa hal lain yang banyak dilakukan oleh orang lain saat bulan Ramadhan seperti tradisi ngabuburit, sahur, tilawah, sedekah, zakat fitrah, hingga lebaran atau hari raya Idul Fitri.

  1. Puasa jajan

Secara umum anak kecil tidak dapat terlepas dari kegemarannya dalam hal jajan, utamanya makanan kesukaannya. Untuk melatih anak puasa sejak dini, orang tua dapat melatih anak untuk puasa dalam jajan favorit anak.

Dalam hal ini, orang tua dapat memulainua dengan mengetahui terlebih dahulu makanan kesukaan anak dan memulai anak untuk berlatih puasa jajan dari yang mereka sukai, jangan lupa lakukan ini secara bertahap seiring dengan perkembangan anak.

  1. Siapkan makanan kesukaan anak saat berbuka

Bagi anak, momen berbuka puasa adalah momen yang sangat dinantikan oleh anak setelah berpuasa selama satu hari. Dalam hal ini, orang tua dapat menyiapkan menu buka puasa dengan makanan kesukaan anak.

Tujuannya agar anak lebih bersemangat dan juga sebagai bentuk reward pada anak yang telah menjalankan ibadah puasa. Agar lebih menyenangkan, orang tua juga dapat mengajak anak untuk turut serta membantu menyiapkan makanan kesukaannya untuk buka puasa.

  1. Berikan anak teladan yang baik

Anak akan mencontoh apa yang dilakukan oleh orang tuanya, dengan demikian orang tua harus menjadi teladan yang baik bagi anak.

Dengan menjadi tauladan yang baik, orang tua dapat dengan mudah melatih anak untuk menyelesaikan ibadah puasa mereka.

  1. Buat aktivitas ngabuburit yang menyenangkan

Ngabuburit merupakan salah satu aktivitas atau tradisi yang sering dilakukan seseorang menjelang berbuka puasa untuk menunggu waktu berbuka puasa.

Orang tua dapat menciptakan aktivitas ngabuburit yang menarik bersama anak untuk mengalihkan perhatian mereka dari rasa haus dan lapar mereka. Aktivitas ngabuburit bisa dilakukan dengan berkeliling dengan berjalan kaki, melakukan permainan yang seru, dan membaca Al-Quran bersama anak atau keluarga.

  1. Jangan lupa berikan reward

Sebagai bentuk motivasi terhadap anak, berikanlah anak reward saat lebaran karena telah berlatih untuk menjalankan ibadah puasa. Dalam memberi reward, orang tua dapat memberikan kesukaan anak seperti mainan baru, baju baru, dan lain sebagainya.

Baca Juga: Doa Berbuka Puasa Ramadhan, Arab, Latin, dan Terjemahannya

Demikianlah cara melatih anak agar terbiasa menjalankan ibadah puasa sejak usia dini, pada dasarnya dalam melatih anak melakukan sebuah kebiasaan memerlukan kesabaran dan tahapan-tahapan yang disesuaikan dengan kemampuan anak.

Semoga dengan melatih anak untuk terbiasa melakukan ibadah puasa sejak dini, menjadi cikal bakal lahirnya generasi yang islami dan berakhlakul karimah.

Leave a Reply