Jl. H. Naman no.60 - Pondok Kelapa - Jakarta Timur
021-86905367
yrlajt05@gmail.com

Jangan Lupa, 10 Hari Terakhir Ramadan Rasulullah Lakukan Ini

Ramadhan Berbagi Inspirasi, Ilmu, serta syiar Islam dengan membahagiakan yatim dhuafa pada bulan berkah.

10 hari terakhir Ramadan

10 hari akhir Ramadan, Nabi Muhammad SAW selalu meningkatkan amalan ibadah baik yang wajib maupun yang sunah. Disaat inilah Allah SWT akan membebaskan hama-Nya dari segala dosa dan terbebas dari siksa api neraka.

10 malam terakhir juga turunnya malam lailatul qadar, malam yang lebih baik dari 1.000 bulan. Lailatul qadar merupakan malam mulia, yang apabila diraih seorang hamba maka akan menetapkan masa depan umat manuisa.

Di malam ini, malaikat turun ke bumi untuk membawa ketenangan dan kedamaian. Sepantasnya umat Islam mempersiapkan diri sebaik-baiknya untuk mendapatkan malam istimewa ini.

I’tikaf di masjid adalah amalan yang dicontohkan Rasulullah di 10 hari terakhir Ramadan


Nah, di saat 10 hari terakhir ini Nabi Muhammad SAW melakukan kebiasaan-kebiasaan tertentu yang bisa menjadi tauladan bagi semua.

Berikut ini amalan di 10 terakhir bulan Ramadan yang Rasulullah lakukan dan kita contoh juga.

Di hadis riwayatkan ‘Aisyah dijelaskan, “Ketika memasuki sepuluh akhir Ramadan, Nabi fokus beribadah, mengisi malamnya dengan ibadah, dan membangunkan keluarganya untuk ikut ibadah,” (HR Al-Bukhari).

Besarnya keutamaan 10 makam terakhir ini, tak ada salahnya untuk memperbanyak ibadah.

Berdoa dengan khusu di 10 hari terakhir Ramadan memohon ampunan Allah.


Menurut Zainuddin Al-Malibari dalam Fathul Baari, ada tiga amalan di 10 terakhir bulan Ramadan yang biasa Nabi Muhaamad SAW lalukan.

1. Memperbanyak Sedekah

Sedekah berasal dari kata shadawa yang memiliki makna benar. Oleh karena itu, orang bersedekah merupakan orang yang membenarkan pengakuan imannya.

Sedangkan berdasarkan syariat, sedekah hampir serupa dengan infaq, yaitu mengeluarkan harta untuk kepentingan sesuatu.

Di penjelasan ini, sedekah bermakna lebih luas cakupannya karena tidak terbatas hanya barang materi saja, melainkan juga non-materi seperti amar ma’ruf nahi munkar.

Nah, di 10 terakhir bulan Ramadan, sedekah merupakan termasuk amalan yang utama. Mengapa? Karena tidak hanya didapatkan bagi mereka yang sedang bersedekah saja, melainkan juga dinikmati oleh penerima.

Hal ini menggambarkan jika sedekah tidak hanya mendekatkan diri kepada Allah, namun juga mendekatkan hubungan antar sesama.

Oleh karena itu, jangan heran jika di 10 hari terakhir setiap orang berlomba-lomba menghidangkan makanan dan minuman untuk sahur dan buka puasa, memberikan santunan anak yatim piatu dan memberikan sedekah kegiatan keagamaan.

Sebagian ulama menyebutkan keutamaan sedekah ini tidak hanya di 10 terakhir Ramadan saja, melainkan pada keseluruhan setiap hari di bulan Ramadan, meskipun dengan nominal yang sedikit.

Sebab, hal lebih utama dari sedekah bukanlah jumlah nominal, melainkan keistiqamahannya.

2. Memperbanyak Baca Alquran

Amalan di 10 hari terakhir Ramadan yang lain adalah dengan membaca Alquran karena bulan inilah nuzulul quran diperingati. Peringatan ini sangat disambut Muslim untuk melakukan tadarus bersama, kajian Alquran, khataman bin-nadhar (khataman Alquran tanpa menggunakan mushaf yang biasa dilakukan oleh huffadz).

Bagi Rasulullah Muhammad, membaca Alquran merupakan upaya berbincang dan berkomunikasi dengan Allah SWT.

Selain itu, dengan membaca Alquran akan mendapatkan berbagai keistimewaan seperti hidup lebih bahagia, selamat dari hisab di hari mahsyar, mendapat rahmat Allah di hari pembalasan, dan mendapatkan petunjuk.

Menurut Imam Nawawi, membaca Alquran di 10 hari terakhir Ramadan lebih baik dilakukan di akhir malam ketimbang awal malam dan paling baik di siang hari adalah ba’da shalat subuh.

Sedangkan Abu Bakar Syatha menambahkan, membaca Alquran di malam hari lebih utama daripada siang hari karena lebih fokus.

3. I’tikaf di Masjid

I’tikaf artinya berdiam di dalam masjid dengan maksud mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Menurut riwayat hadis, Nabi Muhammad SAW selalu rutin i’tikaf di 10 hari terakhir bulan Ramadan. I’tikaf tidak bisa dipisahkan dari momentum pencarian lailatul qadar. I’tikaf seperti ini harus dilakukan di masjid sebagai wujud syiar.

Berdasarkan tujuan i’tikaf untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, maka orang-orang yang i’tikaf seyogyanya mengisi dengan amal ibadah.

Amalan-amalan di i’tikaf seperti shalat sunnat, membaca Alquran, bertasbih, bertahmid, bertahlil, bertakbir, istighfar, membaca shalawat Nabi, serta memperbanyak doa dan tafakkur. Yuk bersedekah, Zakat dan infak di yayasan Rahmatan Lil Alamin Jakarta Timur.

Leave a Reply

Informasi lengkap, hubungi kami sekarang

Untuk Partisipasi Ramadhan Berbagi tahun ini .. silakan klik di bawah ini untuk memulai chat.

Customer Service

Desi Fatma

Online

Desi Fatma

Assalamu'alaikum, Ada yang bisa kami bantu ? 00.00