Menumbuhkan Kesalehan Ritual dan Sosial di Bulan Ramadhan

Ramadhanberbagi.id, Menumbuhkan Kesalehan Ritual dan Sosial – Allah SWT secara tegas telah menyebutkan tujuan penciptaan manusia ialah untuk beribadah kepada-Nya dan menjadi khalifah di muka bumi ini. Hal tersebut tertuang dalam Al-Quran dalam QS. Adz-Dzrariyat ayat 5 dan QS. Al-Baqarah ayat 30.

Ibadah dan menjadi khalifah merupakan dua hal yang memiliki kaitan erat yang tidak dapat dipisahkan. Ibadah dalam hal ini mengandung dimensi vertikal (hablum minallah) dan khalifah mengandung dimensi horisontal (hablum minannas), yang mana untuk keduanya haruslah berjalan bersamaan atau beriringan.

Hubungan atau kedekatan seorang muslim dengan Allah haruslah harus terbina dengan baik dengan rangkaian ibadah yang dikerjakannya, begitu juga dengan hubungan manusia terhadap sesama manusia juga harus terbina dengan baik melalui rangkain muamalah.

Menumbuhkan Kesalehan Ritual dan Sosial
Dzikir merupakan salah satu ibadah yang dapat mendekatkan diri kepada Allah.

Bulan Ramadhan, merupakan bulan terbaik bagi seorang muslim untuk mengampu diri untuk menumbuhkan kesalehan ritual dan sosial melalui ibadah puasa serta ibadah lainnya seperti zakat, sedekah, tilawah, dan sebagainya.

Ibadah puasa sendiri merupakan salah satu ibadah ritual yang diharapkan mampu meningkatkan kedekatan seorang muslim dengan Allah dan menjadikannya sebagai insan yang bertakwa. Disamping itu, ibadah puasa juga memiliki pelajaran penting bagi seorang muslim untuk meningkatkan hubungan baik terhadap sesama dengan meningkatkan kepedulian sosial.

Saat menjalankan ibadah puasa, seorang muslim dianjurkan untuk menahan haus dan lapar selama satu hari penuh, yang mana hal tersebut merupakan satu hal yang sering dialami oleh kaum dhuafa. Hal tersebut diharapkan mampu menjadikan seorang muslim lebih memahami arti kehilangan akan kebutuhan dasar hidup serta menjadikannya lebih bermurah hati dalam mengeluarkan hak orang lain yang terkandung dalam hartanya melalui sedekah dan zakat.

Islam dan Al-Quran menuntun manusia dalam tiga bangunan hubungan. Pertama, membangun hubungan dengan Allah. Kedua, memperkuan hubungan dengan dirinya. Ketiga, menyelaraskan hubungan dengan sesama.

Dalam mengerjakan amal shaleh, seorang muslim hendaknya tidak membatasi ibadah hanya untuk melakukan kesalehan hanya untuk dirinya saja. Akan tetapi, akan lebih sempurna jika kesalehan tersebut dilakukan untuk kepentingan masyarakat sekitarnya.

Jika melihat kembali esensi dari ibadah yang dikerjakan oleh seorang muslim, ibadah hendaknya menjadikan seorang muslim menjadi lebih dekat dengan Allah dan juga sesama manusia. Ibadah ritual atau hablum minallah sejatinya harus mampu mewujudkan kesalehan sosial yakni terciptanya kasih sayang sesama manusia.

Menumbuhkan Kesalehan Ritual dan Sosial
Ibadah juga harus mampu menciptakan hubungan baik sesama manusia.

Ibadah ritual seseorang akan dianggap sia-sia jika tidak mampu menghasilkan ibadah sosial. Artinya, ibadah ritual harus diimbangi dengan ibadah sosial begitupun sebaliknya. Disamping rajin shalat berjamaah di mesjid, seorang muslim hendaklah mengiringinya dengan rajin sedekah dan peduli terhadap kaum yang lemah.

Seorang muslim juga hendaknya mengiringi semangat mengaji dengan semangat berbagi, mengiringi kekhusyuan bermunajat memohon pertolongan kepada Allah dengan semangat menolong terhadap sesama, serta mengiringi semangat menuntut ilmu dengan semangat menebar kebaikan pada orang lain.

Ibadah ritual yang dikerjakan pada bulan Ramadhan utamanya ibadah puasa harapannya mampu mewujudkan esensi dari ibadah puasa di bulan Ramadhan yakni menjadi muslim yang bertakwa. Dimana dengan ketakwaan tersebut harapannya mampu juga menciptakan kesadaran dalam diri seorang muslim untuk mengerjakan kesalehan sosial.

Baca Juga: Pelajaran Penting dari Ibadah Puasa

Dengan tumbuhnya kesalehan sosial, kehadiran seseorang di tengah masyarakat diharapkan mampu memberi makna dan manfaat bagi masyarakat di sekitarnya sehingga ia termasuk dalam golongan yang disebutkan sebagai sebaik-baik manusia dalam sabda Nabi berikut ini.

خَيْرُ الناسِ أَنفَعُهُم لِلنَّاسِ

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak memberi manfaat kepada orang lain.” (HR. Ahmad).

Pada akhirnya, dengan menumbuhkan kesalehan ritual dan sosial diharapkan mampu membina dengan baik perkara ibadah yang memiliki dimensi hablum minallah dan muamalah yang berdimensi hablum minannas yang kemudian mampu menumbuhkan semangat gotong royong dan saling membantu dengan sesama.

Leave a Reply