Jl. H. Naman no.60 - Pondok Kelapa - Jakarta Timur
021-86905367
yrlajt05@gmail.com

Puasa dan Kepedulian Sosial di Tengah Pandemi

Ramadhan Berbagi Inspirasi, Ilmu, serta syiar Islam dengan membahagiakan yatim dhuafa pada bulan berkah.

Berbagi saat Pandemi

RamadhanBerbagi.id – Mengapa Islam mengajarkan bahwa zakat fitrah harus dibayarkan sebelum puasa berakhir?

Salah satu implikasinya adalah Allah SWT tidak akan mengakui puasa kita jika kita tidak memenuhi salah satu komitmen kita untuk berbagi dengan orang lain, yaitu jika kita tidak rela mengesampingkan apa yang harus kita bagikan kepada orang lain.

Puasa Ramadhan terkait erat dengan kewajiban sosial. Selama hidupnya, Nabi Muhammad (SAW) memperluas ritual sholat malamnya dan menjadi uswatun hasanah bagi orang lain dengan melakukan zakat.

Civitas Yayasan Rahmatan Lil Alamin bersama yatim piatu

Puasa di bulan Ramadan sebagian besar adalah tentang pengendalian diri dan penguatan praktik berbagi dan kepedulian sosial. Dalam ajaran Islam, bulan Ramadhan dikenal dengan banyak nama, antara lain Shahrul Jud yang berarti “bulan memberi,” serta syahrul Muwassah yang berarti “bulan tangan yang dermawan” dan “bulan menolong yang membutuhkan”.

Sehingga terlihat bahwa Allah SWT telah memberikan kesempatan bagi umat Islam selama bulan Ramadhan ini untuk menggalang persatuan sosial dan rela memberikan bantuan kepada mereka yang lebih membutuhkan, yang kesemuanya dilandasi oleh ketakwaan dan dimanifestasikan dengan nilai-nilai kemanusiaan yang tidak mementingkan diri sendiri.

Ramadhan berpotensi menumbuhkan tradisi interaksi bersama dan berbagi kegembiraan. Ramadhan adalah amal tarbiyah, sekolah yang ampuh untuk menyapa mereka yang kurang beruntung.

Virus filantropisme optimis yaitu semangat atau ilmu mendekati Sang Pencipta dengan berdonasi, mencintai yang membutuhkan, dan menolong sesama, akan menyebar selama Ramadhan.

Kepedulain Yayasan Rahmatan Lil Alamin memberikan santunan kepada yatim

Pesan spiritual untuk senang melayani sesama erat kaitannya dengan ajaran puasa. Ramadhan adalah kawah candradimuka, yang meningkatkan rasa yang identik dengan kata “berbagi”, “cinta”, dan “perhatian”.

Jadi menurut saya esensi puasa di bulan Ramadhan itu lebih terasa jika kita mengalami rasa bahagia saat bisa membantu sesama. Tujuan membantu orang lain, seperti dalam ajaran Islam adalah untuk membantu diri sendiri agar merasa bahagia.

Beberapa ungkapan berasal dari warga terkaya di dunia, yang mengklaim bahwa melayani orang lain membuat hidup mereka benar-benar bahagia.

Ramadhan sangat dekat dengan visi dan misi serta amanah sosial bagi kita. Pemerintah telah memerintahkan agar kita memperlakukan setiap bulan seolah-olah bulan Ramadhan.

Sebagaimana disyaratkan oleh UU 11/2009 tentang Kesejahteraan Sosial, kita harus menyelesaikan berbagai macam masalah sosial di masyarakat yang semakin kompleks dan beragam, dan masalah ini secara kualitatif dan kuantitatif semakin dalam dan meluas di seluruh Indonesia.

Setiap bulan Ramadhan, kami melihat bahwa kegembiraan orang-orang dalam membantu dan merawat mereka yang membutuhkan tumbuh di berbagai kalangan. Orang kaya menyisihkan sebagian dari kekayaannya untuk menghidupi mereka yang kurang beruntung.

Ramadhan tampaknya sangat berperan penting dalam meningkatkan kesadaran sosial.

Mudah-mudahan selama Ramadhan, kita akan memperluas gerakan untuk memberi kemanusiaan bagi sesama; membantu orang lain yang memiliki disabilitas dan tantangan untuk mencapai kebutuhan esensial mereka, seperti ketika bencana datang.

Hanya dengan begitu harum bulan suci Ramadhan akan terasa di negeri ini.

Leave a Reply

Informasi lengkap, hubungi kami sekarang

Untuk Partisipasi Ramadhan Berbagi tahun ini .. silakan klik di bawah ini untuk memulai chat.

Customer Service

Desi Fatma

Online

Desi Fatma

Assalamu'alaikum, Ada yang bisa kami bantu ? 00.00