Strategi Ibadah di Bulan Ramadhan

Strategi Ibadah di Bulan Ramadhan – Ramadhan adalah bulan dilipatgandakannya pahala kebaikan, pada bulan tersebut umat muslim dianjurkan untuk berlomba-lomba dalam mengerjakan amal. Dengan demikian, penting sekali untuk membuat strategi ibadah di bulan Ramadhan agar mampu maksimal dalam beribadah pada bulan Ramadhan.

Salah satu strategi ibadah di bulan Ramadhan ialah merutinkan amalan yang dikerjakan, sejak awal hingga akhir Ramadhan, bahkan bulan-bulan berikutnya.

Merutinkan atau istiqamah dalam mengerjakan ibadah pada bulan Ramadhan dapat dimulai dengan menunaikan ibadah dalam dengan jumlah yang ringan dan sesuai kemampuan diri.

Strategi Ibadah di Bulan Ramadhan
Strategi ibadah di bulan Ramadhan. (Foto: Pexels/thirdman)

Ibadah yang ringan tersebut kemudian dirutinkan sehingga mampu melakukan ibadah dengan maksimal. Ibadah yang ringan atau jumlahnya sedikit dan kemudian dilakukan secara rutin merupakan ibadah yang paling dicintai Allah. Rasulullah SAW bersabda:

أحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى الله أَدْوَمُهَا وَ إِنْقَلَّ

“Amalan yang paling dicintai Allah SWT yaitu yang dikerjakan secara terus-menerus walaupun sedikit,”  (HR. Ahmad dan Muslim)

Mempertahankan keistiqamahan dalam melaksanakan ibadah yang jumlahnya sedikit akan jauh lebih baik dibandingkan dengan mengerjakan amal dengan menggebu-gebu dan banyak namun dilakukan hanya sesaat.

Dalam konteks ibadah pada bulan Ramadhan, kita sering dihadapkan dengan menggebunya hati untuk mengerjakan amal sebanyak-banyaknya pada  awal bulan Ramadhan. Namun, pada hari-hari berikutnya semangat tersebut perlahan redup dan pada akhirnya hanya sedikit amalan yang dikerjakan.

Hal demikian menjadi hal yang lumrah terjadi dari waktu ke waktu, misalkan pas awal Ramadhan seseorang mampu menyelesaikan tilawah satu juz satu kali duduk, namun pada hari-hari berikutnya ia hanya mampu menyelesaikan beberapa halaman saja.

Demikian juga dalam melaksanakan shalat sunnah di bulan Ramadhan, rata-rata orang bersemangat pas awal Ramadhan dan kemudian semangatnya redup pada hari-hari berikutnya.

Agar tetap istiqamah ibadah dari awal hingga akhir Ramadhan, kita dapat menyiasatinya dengan beberapa cara berikut ini.

  1. Tentukan target

Tentukan target ibadah selama bulan Ramadhan, mulai dari target tilawah, itikaf, sedekah, dan lain sebagainya. Target tersebut akan menjadi acuan selama bulan Ramadhan dalam mengerjakan ragam ibadah.

  1. Sesuaikan dengan kemampuan

Sesuaikan target ibadah selama  bulan Ramadhan dengan kemampuan dan aktivitas rutin sehari-hari. Untuk menyesuaikannya kamu dapat memulai ibadah tambahan dari yang ringan terlebih dahulu.

  1. Atur jadwal dengan baik

Aturlah jadwal dengan baik di bulan Ramadhan, mulai dari jadwal kerja hingga ibadah di bulan Ramadhan. Jangan sampai jadwal ibadah seperti shalat tarawih bentrok dengan pekerjaan atau aktivitas yang lain.

Baca Juga: Memahami Keutamaan Bulan Ramadhan

Kemudian jika kamu ingin mengkhatamkan Al-Quran satu kali selama satu bulan, kamu dapat mengatur jadwal dengan sebaik mungkin. Al-Quran terdiri dari 30 juz, dengan demikian kita harus membacanya satu juz dalam satu hari.

Kamu dapat membagi jadwal tilawah setiap selesai shalat wajib sebanyak dua lembar, artinya dari mulai shubuh sampai isya kamu membaca Al-Quran sebanyak lima kali dengan jumlah 10 lembar. Satu juz Al-Quran biasanya terdiri dari 10 lembar, dan lakukan hal itu selama satu bulan untuk mengkhatamkan Al-Quran sebanyak satu kali.

Leave a Reply